Minggu, Desember 28, 2008

Dora Explorer & Pak Kirman

Dora the explorer. PDF Cetak E-mail
Olah Batin - Lelaku
Monday, 29 December 2008

Image

Dora explorer. Siapa tak kenal Dora. Dia adalah tokoh anak kecil di film boneka animasi asal Spanyol. Bersama kawan bermainnya Boots & Map, setiap kali muncul dalam berbagai stasiun TV, yang mendidik. Kini menjadi favorit anak-anak. Tas, pakaian, accesori, mainan, banyak sekali yang mengambil ketokohan Dora, dengan gambar-gambarnya. Dalam tiap kali acara, Dora dan kawan-kawanya mencari sebuah obyek. Dibantu oleh Map. Dan lalu, jika menemukan obyek, mereka meloncat-loncat & menari, dengan berdendang, 'Berhasil....!, Berhasil....! Berhasil.....'
Ya. Kata 'berhasil', itu menjadi ciri khas episode-episode Dora.

Adalah juga sebuah keberhasilan. Sabtu 27 Des '08, di gereja Katedral diselenggarakan misa, sekaligus perayaan 50 th Bp Kirman hidup berkeluarga. Dijanji-ulangkan dalam Misa sore itu 'Peneguhan Kasih'. Di hadapan Rm Sukmono MSC. Koor, dibawakan oleh trah keluarga besarnya, dibantu umat lingkungannya. Pantas, dirayakan dalam ekaristi itu syukur. Syukur membina rumah-tangga, 50 tahun. Sebuah rentang waktu yang tak pendek. Masyarakat umum sering menyebutnya dengan istilah, 'separuh umur'.

Minggu esok harinya, diadakan pula resepsi 50-tahunan perkawinan di rumahnya. Tetangga & undangan pada hadir. Disuguh aneka makanan dan pasugatan. A.l. Kesenian lagu-lagu. Memang anak dan cucunya banyak yang piawai menari dan menyanyi. Sebuah sekolah vocal & usaha entertainment sudah melayani kalangan umat di berbagai kesempatan. Juga untuk acara umum. Menghibur, sekaligus menghasilkan rizki, alias rezeki. Rezeki tambahan.

Berhasil, berhasil, berhasil........ Itulah kata Dora. Yang jelas, jika dirinci Pak Kirman, sudah mendapatkan banyak keberhasilan di dalam hidupnya.
  • 1. Berhasil mendapatkan idaman hatinya, tak lain istrinya, yang sudah mendampingi hidupnya, selama 50 tahun. Yakni, Bu Kirman, alias Lucia Roestinah.
  • 2. Berhasil menyuntingnya dalam pernikahan secara katolik.
  • 3. Berhasil mendapatkan anak. Tak hanya satu, malah sampai total jendral 8 anak.
  • 4. Berhasil mempunyai puluhan cucu.
  • 5. Berhasil mendidik anak-anaknya, hingga banyak yang bisa mumpuni bermasyarakat & ber-gereja.
  • 6. Berhasil hidup menikah, selama 50 tahun, dengan tidak bercerai. Dan juga tak nambah istri. Cukup satu selamanya.
  • 7. Dus berarti berhasil meng-amalkan ajaran perkawinan katolik: Monogam & tak terceraikan.
  • 8. Berhasil pula menggereja, ketika usai pension & masih sempat, pernah pula ithak-ithik, hilir mudik, bantu jadi koster. Malah kadang pimpin lagu.
  • 9. Berhasil jadi agen hidup. Sudah puluhan tahun, sampai kini, melayani para pelanggan majalah 'Hidup'.
  • 10. Berhasil ber-usaha sbg umat beriman yang rajin, mengingat tiap pagi ikut ekaristi pagi. Ekaristi harian. Meski harus pakai kursi roda, tiap pagi ke gereja-pun dilakoninya, dengan didorong sang istri tercinta.

Berhasil.....berhasil.....berhasilllll.......! Selamat, profisiat Pak Kirman & Bu Kirman, atas ke-berhasil-lannya.

Sejarah penyelamatan Allah, juga ber-arti adalah rentetan keberhasilan yang diusahakan terus menerus. Dus SPA, adalah rentetan usaha yang tiada henti. Usaha untuk menjadi baik.

Keberhasilan akhirnya menjadi persembahan yang hidup.
So, benarlah pesan kitab suci, 'Aku tidak membutuhkan korban hewan bakaran, melainkan kehidupan. ' 'Korban bakaran tidak Kau sukai ya Tuhan, melainkan kehidupan....'.

Syalom. Wilujeng ndalu. Rahayu.

Wasalam:
-agt agung pypm-

www.lelakuku.blogspot.com



Tidak ada komentar: