Minggu, Oktober 26, 2008

Meng-'Klakson' di atas Sungai Serayu


Syalom. Wilujeng ndalu. Rahayu-rahayu-rahayu.

Di sebelah selatan Pasar Patikraja, Banyumas, ada sebuah jembatan di atas Sungai serayu. Jembatan itu sempit, karena bekas jalan kereta-api, yang dijadikan jalan raya, dengan di-aspal. Untuk kendaraan roda empat kecil, harus lewat bergantian. Mobil ukuran kecil, jika berpas-pasan dengan sepeda-motor, atau malah becak harus hati-hati betul. Sebuah mobil panther misalnya, untuk menyalib sebuah sepeda angin, harus extra hati-hati. Atau, malah tidak perlu menyalib, untuk tidak terjadi kecelakaan.

Belum lama terjadi, seorang perempuan naik sepeda angin. Di boncengan-nya dipasang keranjang bambu, untuk membawa belanjaan pasar. Ujudnya kotak, berposisi menggelantung di boncengan sebelah kanan dan kiri. Ketika itu, si wanita-bersepeda-berkeranjang melintas di jembatan tersebut. Pulang dari pasar, kembali ke desa-nya. Bisa dimengerti kecepatan sebuah sepeda seperti itu, tak secepat kendaraan ber-motor, entah sepeda-motor, entah mobil. Maka untuk lewat harus antri. Di belakangnya berjalan pula sebuah mobil. Mesti-nya, jalan-nya juga pelan. Dan demi keselamatan lalu tak usah menyalib. Namun si sopir --mungkin tak sabar, atau tak berpikir panjang--, dibunyikanlah klakson mobilnya, persis di belakang perempuan bersepeda keranjang. 'Thiiiinnn !'. Hanya sekali Thinnnn. Tak lebih. Si perempuan-bersepeda-keranjang itu, kaget..... Terkejut, terperanjat. Karena perempuan itu seorang wanita yang lugu, tak sekaliber pembalap motor-cross, maka olenglah dia bersepedanya. Gubrakkkkk...! Sepeda terjatuh, tersangkut di pagar besi jembatan. Namun tak pelak, apa yang terjadi kemudian, si perempuan itu jatuh ke sungai serayu. Yang ketika itu airnya pas coklat dan dalam. 'Kelotek....Byurrrr....' Seketika juga tubuhnya tertelan air yang dalam. Langsung tak kelihatan. Si perempuan hilang tenggelam. Dia tak bisa berenang.

Beberapa hari kemudian, tubuhnya baru ditemukan di bagian lain sungai itu. Tubuhnya, sesudah tenggelam, lalu hanyut. Dia tewas karena tenggelam. Si kecil mati, si besar urusan polisi. Nyawanya meninggal dunia. Sayang memang. Peristiwa itu semestinya tak perlu terjadi, seandainya.......

Berhadapan dengan orang kecil, terkadang memang harus s a b a r. Sabar tenan.
Sebaliknya,
Berhadapan dengan orang besar, orang kecil-pun juga harus p e r c a y a - d i r i.

Wasalam.

-agt agung pypm-

www.lelakuku.blogspot.com
www.biblestudiescommunity.blogspot.com

Tidak ada komentar: