Sabtu, September 27, 2008

PEJABAT, Anak & Ciu

5647325-lg Syalom. Wilujeng ndalu. Rahayu-rahayu.
Sabtu 27/09/'08 yang lalu, saya bertrayek seputar stasi-stasi Paroki Katedral Prwkerto: Bumiayu, Tepian Sungai serayu --Tambaknegara--, Genthawangi. Berangkat pukul sembilanan. Pulang pukul sepuluhan malam. Ketemu berbagai ragam umat, dari pengalaman kematian sampai pendalaman iman. Kehujanan di Paguyangan, ban bocor di tengah jalan, menjadi bagian-bagian perjalan. Sepedamotor trail-operasional tahun '04-an menyatu berbaur dengan para pemudik idul-fitri tahun ini. Inilah seninya pelayanan.
    Ketika ban belakang bocor lalu sedang ditambal, melintaslah sebuah Bus CL, jurusan Pwkt - Mjng - Bnjrptmn. Karena berhenti menurunkan penumpang, maka harus berjalan pelan, terbacalah tulisan di kaca-belakang:

'anak
    Pejabat, bandar ciu...!??'

Cat. kaki:
'anak'       = ditulis huruf kecil-kecil.
'Pejabat'   = ditulis dng huruf besar sekali..
'bandar ciu'=tidak besar, tidak terlalu kecil.    

Warna huruf, persis spt tertulis di atas.
Tafsir:
* 'Seorang rakyat yang prihatin dengan 
   pejabatnya......' & perilaku anaknya.
* prihatin=perih ing batin.

Selamat untuk rakyat yang msh punya
hati yang bisa perih.......

k e b e t u l a n,
Bacaan I minggu ini, Yeh 18:25-25.:
"....apakah tindakan-Ku yang tidak tepat, ataukah tindakanmu yang tidak tepat ?..."

Wasalam:
- agt agung pypm -

Tidak ada komentar: