Jumat, Februari 27, 2009

Aneh Tapi Nyata, Colt T-120 Box-coklat-tua


Syalom. Wilujeng ndalu. Rahayu-rahayu-rahayu.

1. Sekitar awal th 1999-an, saya, pengendara Trail-mot-nas ber-ada di Jkt. Masih dalam suasana kerja. Menginap, tidur di tempat kawan. Pada sekitar tengah malam,--antara setengah mimpi dan setengah sadar--, melintas dalam bayangan pikir, sebuah kotak jenazah melintas. Esok harinya, dengar kabar, Pak Dhe di Yogya meninggal dunia.

2. Tahun 2007, bulan kesembilan, tengah malam, sekitar pukul 1.00. ketika tidur malam-malam. Tiba-tiba terperanjat, kaget, terbangun merasa 'thenger-thenger, tergopoh-gopoh'. Ter-ingat, tiba-tiba dalam pikiran ketika itu, tentang seorang kawan, aktivis KKIT. Disertai penuh tanya, 'Ada apa ini !' ....... Esok harinya, dikirimi kabar, bahwa si aktivis baru saja dipanggil oleh Tuhan di ICU Rs Pantirapih.

3. Selasa 24 Pebruari '09, sekitar jam 13.00 siang, Kijang Hijau Dinas tengah dalam perjalanan antara Stasi Jipang, Bumiayu, Purwokerto. Sekitar jam itu, terlintas di bayangan sebuah mobil box, Colt T-120, Eng-ing-eng, raja jalanan, warna coklat tua. Muncul ide untuk mengunjungi si pemilik, karena sama-sama penggemar mobil Colt-T, generasi delapan puluhan. Reka-reka mau diajak rasan-rasan, gendhu-gendhu rasa, bikin club mobil-tua. Bisa kadang kumpul di jalan Jen-soed, malam mingguan. Tapi ternyata itu bayang sapaan. Sampai di rumah terjumpai, si pemilik Colt-T-120, boks warna coklat tua, dikabarkan dipanggil Tuhan. Pemilik Colt T-120, coklat tua itu, tak lain Pak Aan Kurniawan, Pro diakon Paroki St Yoseph. Ayahanda dari Ibu Cheng Ing.

Relasi antar manusia, ada dan terjadi di dalam ruang dan waktu. Namun, ternyata, terjadi pula kontak-relasi, melampui batas-batas ruang dan tanpa waktu.

Iman, adalah juga relasi. Relasi antara manusia dengan Tuhan. Relasi itu terjadi, dalam ruang dan waktu kini. Namun ternyata, relasi itu mengatasi pula ruang dan mengatasi waktu. Ketika ruang & waktu itu habis, dalam kematian, relasi iman itu tetap langgeng. Ternyata itulah yang namanya ke-abadi-an. Dan itu pula ke-selamatan. Relasi manusia dengan tuhan yang tak pernah henti. Selamat jalan Pak Aan Kurniawan, dengan Colt T-12o, coklat-tua-mu. Menuju keselamatan, keabadian.

Wasalam:
-agt agung pypm-

1 komentar:

Titos du Polo mengatakan...

Oh, colt T-120. Penuh kenangan, mengangkut pikiran dan rasa penat, ke mass silam. Kucuran keringat di kening dan leher, sementara onggokan kayu atau koral bak belakang, atau penumpang dalam kabin yang berjejal, adalah pemanis ingatan. Tapi, kami tetap mengatarnya sampai tujuan.

Salam Colt T!
kami menyebutnya Titos du Polo!