Rabu, Februari 25, 2009

Jagading Lelembut



Mantra, gugon-tuhon, gaib, tahayul, keramat, angker.


1. Pada suatu petang, Trail-mot-nas melintas di jalan tepian sungai Serayu. Di sebelah kirinya, hutan jati. Cuaca gelap, karena sekitar jam 18.00. Dan juga basah, karena gerimis. Yang jelas, motor dinas TS-100, keluaran th-2003, prima kondisinya. Tapi, tiba-tiba ketika lewat jalan sepi dan gelap itu, mesinnya mendadak mati. Dan lalu berhenti. Agak merinding sedikit, karena posisinya gelap dan di tengah hutan. Diperiksa, dichek sana-sini, semua beres. Bensin masih banyak. Tapi ketika distater ulang berkali-kali, mesin tetap tak mau hidup. Dalam batin, bertanya-tanya, ‘kenapa ya….?’.

Dengan hati penuh Tanya, motor dicoba dituntun, siapa tahu ada pick-up bisa ditumpangi nunut. Ketika sudah menuntun sekitar 500 meter, dengan penasaran, mesin dicoba distarter. Dan, ternyata….. hidup. Lho……..?!.

2. Di kesempatan lain, Trail-mot-nas pernah melintas di jalan antara Prupuk-Bumiayu. Persisnya, di daerah Tonjong, dekat Rumah Makan Panorama, tempat perhentian Bus-bus Damri. Di dekat lokasi itu terdapat kuburan di tepi jalan. Ada yang kanan, ada yang kiri jalan. Waktunya, sekitar pukul 19.30, malam. Gelap keadaan jalannya. Juga terjadi, tiba-tiba mesin mati, ‘peeet…..’. Diperiksa teliti. Semua OK. Dicoba distarter. Tak mau pula hidup. Berkali-kali. Tetap tak mau hidup. Karena itu lalu dituntun. Setelah beberapa ratus meter, dicoba distarter ulang. Dan… hidup. ‘Dun….dun……dun…..’

3. Di dekat sungai Serayu, orang setempat bilang, bahwa jalan di sekitar tempat itu angker. Maka kalau lewat harus ‘permisi’, ‘Nyuwun sewu’.

4. Di dekat tonjong, sopir-sopir dan pemilik warung cerita, bahwa kerap di lokasi itu, ada perempuan yang men-stop untuk nunut. Juga ada pula, orang yang nunut dari tempat lain, lalu minta diturunkan di tempat itu. Dan lalu ‘ngilang’.

Orang Hidup:

1. Dalam sebuah majalah, ada rubrik berjudul, ‘Jagading Lelembut’.

Dalam majalah lain pula, ada rubric berjudul, ‘Kena percaya, Kena ora’.


Orang ber-iman:

a. Hari-hari di minggu VI, tahun liturgy, bacaan-bacaan berkisar tentang Yesus berhadapan dengan orang-orang yang kerasukan setan. Dan Yesus selalu menang.

b. Ajaran Gereja menegaskan, bahwa Yesus adalah sungguh Allah, sungguh manusia. Itu adalah Dogma. Maka harus percaya. Peristiwa Yesus Kristus adalah peristiwa inkarnasi. Allah yang menjadi daging. In=masuk. Carnum=daging. Inkarnasi=masuk jadi daging. Sebagai manusia. Manjalma = ‘manjing ing jalma’.

c. Karena martabat Allah, maka Yesus bangkit. Tak terkalahkan oleh kematian. Oleh alam kubur. Kebangkitan Yesus dari alam kubur, mengalahkan maut dan kuasa kegelapan. Kegelapan adalah hasil kuasa setan. Kegelapan, menakutkan. Kebangkitan Yesus adalah terang, hidup baru. Dan iman akan kebangkitan, lalu mem-berani-kan.

d. Maka ketika, Trail-mot-nas kerap disapa umat, ‘Dengan siapa romo ?’, jawabannya, ‘Sendiri !’. ‘Berani……?’. Jawabannya, ‘B e r a n i……….’

Selamat menjadi berani. Berani karena iman.

Syalom. Wilujeng wengi. Rahayu.

Pwkt 20 Feb 2009

Wasalam:

-agt agung pypm-

Tidak ada komentar: