Sabtu, Mei 01, 2010

Jasa Tuhan Yesus

Di jalan menuju Wangon, dekat Rawalo, ada papan bertuliskan begini:  


‘Terima Jasa menagih !
........., dan rekan.’
Pertanyaan atas keterangan itu: ‘apa yang didapat orang, jika meminta tolong perusahaan jasa tersebut ? Yang diharap didapat, adalah bahwa piutangnya, dilunasi. Dekat dengan kalimat itu, adalah kata ‘Debt-collector’. Penagih utang.

Kitab Suci
Berkaitan dengan soal jasa, Jika melihat agama katolik, apa jasa Yesus Kristus ? Bagi umat manusia. Jasa para pahlawan, jelas, yakni kemerdekaan. Namun, Jika Yesus Kristus, apa jasanya………?
Untuk menjawabnya, tentu lihat Kitab-Suci.
Dalam Kitab-suci, Yesus menyebut-nyebut, dan lalu mengajarkan pada murid-muridnya, bahwa, ‘Allah adalah Bapa’. Jadi peran Yesus Kristus, adalah memperkenalkan pada manusia, bahwa Allah itu Bapa.
Ada makna yang khas, di balik sebutan Bapa, yang tak ada dalam sebutan lain. Di belakang sebutan Bapa, ada kedekatan, ada belas kasihan, ada pengampunan, ada kasih tanpa pamrih.  Ada perlindungan, ada ini, ada itu, ………… Ada macem-macem.  Bisa lihat kisah dua anak sulung dan bungsu. Yang sulung cemberut, ketika adiknya yang senengnya foya-foya, lalu bertobat, lalu disembelihkan sapi gemuk-gemuk.
Bagi seorang ‘Bapa’, anak adalah segalanya. Segala yang dimilikinya, adalah demi anaknya.  Itulah gambaran Bapa. Apapun dilakukan, demi anaknya.

Hanya agama kristiani katolik, yang menyebut Tuhan-Allahnya sebagai Bapa. Allah yang kebapaan. Allah demikian yang disodorkan, dan lalu di-imani banyak orang. Gambaran Allah yang demikian, demikian unggulnya. Dia bukan seorang penghukum. Dia bukan sebagai pengetok palu, menetapkan hukum karma.   Dia bukan seorang yang senang menghakimi.

Tekanan allah sebagai Bapa, adalah kemurahan. Maha pengasih, Maha pelindung. Dia tak terlalu banyak berhitung pada manusia, kita-kita ini, juga dalam hal dosa-dosa . Tangan-Nya terbuka lebar-lebar, menanti anak-anaknya untuk kembali padanya. Dalam sebuah kata, pertobatan.
  
Ternyata, bukan rumit-rumit yang diminta Bapa pada kita, cukup satu kata, pertobatan.  Kita tahu, apa arti di balik kata itu.

Injil hari ini, mengkisahkan tentang perjamuan terakhir. Dalam perjamuan itu, ada pesan-pesan penting yang Dia berikan. Pesan penting itulah yang menjadi wasiat bagi kita para ahliwarisnya. Sederhana sebenarnya pesan wasiat itu. Kalimatnya berbunyi sbb:’ ….Aku memberikan perintah baru kepadamu, yakni supaya kamu saling mengasihi……’

Jasa besar Tuhan Yesus Kristus.
Jasa besar Yesus bagi kita, adalah memperkenalkan Allah sebagai Bapa. Bukan sebagai penghukum.
Jasa kedua, adalah memberikan perintah baru, ‘….. Yakni supaya kita saling mengasihi……
Jasa ketiga,  adalah memberikan indikator, atau ukuran, siapa yang bisa disebut murid-Tuhan itu: ‘……..semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-muridku, Yaitu, jikalau kamu saling mengasihi. '

Catatan tebal yang dia berikan juga, adalah soal cara mengasihi. Dalam bagian kitab-suci lain, Dia beri warning, atau peringatan rambu-rambu: ‘…… Jika kamu mengasihi orang yang kamu sukai, apakah jasamu…….? Orang berdosapun berbuat demikian.' Dus, Yesus ngajak kita mengasihi, bermodel baru. Bukan model lama. Model lama, yang dikasihi, yang disenangi saja. Model Yesus, yang dikasihi, malah orang-orang yang tak kita sukai. Bahkan musuh sekalipun.  

Selamat menikmati jasa Yesus. Selamat mengasihi model Yesus. Selamat mengamalkan pesan wasiatnya, ketika  perjamuan terakhir.

Wasalam:
-agung pypm-

Tidak ada komentar: