Rabu, Oktober 21, 2009

Tikus Makan Sabun

Di warung kelonthong, sebelah Bakso 'Paijo", Ajibarang, dijual aneka kebutuhan sehari-hari. Antara lain rokok. Si penjual meletakkan rokok-rokok, dalam sebuah lemari kecil, dijadikan satu dengan sabun-sabun mandi. Dipikirnya, itu tak soal, karena bentuknya sama-sama kotak & bagus-bagus kemasannya. Tak pikir panjang akan side-effek-nya, bahwa ada dampak kimiawi atas cara penyimpanan model tersebut. 

Seorang perokok, membeli sebungkus rokok. Menghisapnya, sehabis makan bakso Paijo. Setelah beberapa hisapan, mengeluh, meng-komplain, rokok yang baru dibelinya, berasa sabun mandi. 'Wuah rokok apa kiye, rasane ana sabune.....?!' Iseng ingin membuktikan, 'Peng-udud '76', lalu membeli rokok di warung itu. Ternyata, rasanya hampir sama. Rokok '76, berasa campur sabun mandi.   


Di warung wedang, tak jauh dari garasi PO Sumber Alam, Kutoarjo, seorang Ibu tua jualan minuman-minuman. Antara lain 'Extra Joss'. Suatu malam, sekitar jam 23.00-an, peng-udud '76 beli es-batu-campur-extra-joss, buat nambah tenaga. Ketika diminum, jebul, rasanya campur 'rasa detergent', sabun colek.


Karena rasa agak mengecewakan, komplain sama ibu tua penjual minuman. Diambilnya, kemudian gelas baru. Diisinya, dengan es, air & extra-joss. Tapi, untuk gelas revisi, rasanya tak beda dengan yang pertama. Tetap masih berasa detergent. 'Wuah....., kerinduan atas rasa dahaga, ter-tambahi dengan rasa kecewa...... Rasane mangkel tujuh turunan....'.


Setelah diperiksa, ternyata gelas kedua, diambil tetap dari kelompok gelas pertama. Jadi tak kacek. Wong nyucinya bareng. Dengan air yang sama. Dengan sabun detergen yang sama pula. Setelah diinvestigasi, ketemu asal-muasal penyebabnya. Karena sudah malam, air untuk nyuci perabotan piring-gelas, tak segera diganti. Meski sudah dipakai berulangkali. Akibatnya, rasa sabun-detergen jadi menempel di gelas-gelas.

Pengusaha kecil, jual produk, kerap kurang-pikir perhitungkan 'pasar'.
Pengusaha besar, sebelum jual produk, amati dulu 'pasar'. Juga rawat pasar.



Mari kita men-siasat-i 'pasar'.


Syalom. Wilujeng wengi. Rahayu-rahayu-rahayu.
Wasalam:
-agt agung pypm-

Tidak ada komentar: