Rabu, Juli 22, 2009

Tasbihan imam

1. Enam orang gadis remaja, diantar seorang sopir, masuk ke sebuah Salon kecantikan pinggir desa. Si ahli kecantikan tanya, 'Untuk acara apa dhik....?'.
Salah seorang menjawab, 'Untuk acara tasbihan imam.......'. Keenam gadis remaja, itu ditugasi jadi penerima tamu, sebuah misa perdana.

2. Beberapa hari lalu, Syekh Puji, seorang ulama dari Ambarawa ditangkap polisi lagi. Alasannya, karena tak kooperatif. Mestinya seminggu wajib lapor dua kali, malah tak lapor-lapor.
Syekh Puji, penampilannya unik. Pakai jubah, mirip pastor. Dan selalu tasbihan. Alias, berkalung 'tasbih', kemana-mana. Tak tahu, tasbih itu dipakai untuk doa atau tidak.

3. Tasbih, adalah rangkaian butiran benda bulat-bulat. Diikat pakai tali. Biasa dipakai untuk doa rosario. Terbuat dari biji buah jali, atau dari batu-batu mulia. Di kalangan umat moslem, biasa dipakai untuk doa zikir.
Terlepas dari bahan asalnya, dan berapa jumlahnya, tasbih, adalah sebuah alat bantu untuk berdoa. Doa yang ber-ulang-ulang. Menjadi sebuah darasan. Zikiran. Sebuah cara mengejar ke-suci-an.


4. Rabu, 22 Juli, beberapa frater di-tahbis-kan menjadi imam. Sebuah perjalanan panjang, yang akhirnya sampai pada sebuah tahap penting: tahbis-an. Dengan ditahbiskan, seseorang menjadi imam, klerus. Menerima tahbisan imamat, berarti ambil-bagian pada imamat Yesus Kristus. Inilah imamat khusus. Yang berbeda tekanan dengan imamat-umum. Martabat imam, mengandung makna, dapat tugas sebagai imam, nabi & raja. Punya kewajiban memimpin, pewarta kebenaran, & peng-antara antara Allah dengan umatnya.

5. Menurut Hukum Gereja, Kanon 276: imam yang tertahbis, wajib untuk mengejar kesucian. Karena seluruh hidupnya sudah di-bakti-kan kepada Allah.

6. Mengejar ke-sucian-an, ada macem-macem cara dan jalannya. Salah satunya, adalah dengan berdoa, dengan dibantu tasbih. Menjadi sebuah kegiatan rohani: Sembahyangan tesbeh, yang adalah doa rosario, dalam bhs Indonesianya.

Selamat, menjaga kesucian hidup tahbis-an, dengan tasbih-an.

Syalom. Wilujeng wengi. Rahayu-rahayu-rahayu.
Wasalam:
-agt agung pypm-

1 komentar:

Ghaluh Hapsari mengatakan...

Kulanuwun. Wah, salut saya. Ternyata bapak mengamati pemakaian bahasa juga.Salam kenal, Pak"]