Rabu, Oktober 31, 2018

Iman Yang Asli



Iman otentik, adalah iman yang asli. Langsung percaya, mengandalkan Tuhan.  Ilmu tentang Kitab Suci, tafsir, Eklesiologi, Sosiologi, etc, adalah sarana-sarana pendukung iman otentik. Di manakah iman macam ini ditemukan. Dalam diri orang-orang amat sederhana. Malah yang berkekurangan sebagai ciptaan.

1.       Seorang umat, bisu, karena tak bisa mendengar. Namun tiap ada ekaristi, dia selalu hadir, duduk sampai rampung.  Dalam kunjungan pastorpun ia ikut datang, tanpa malu, tanpa pekewuh. Malah partisipasi jadi yogo, sinoman, menyajikan wedang dan makanan. Wajahnya ceria, meskipun komunikasinya pakai isyarat-isyarat sebagai bahasa.

2.       Seorang umat lain, tak seratus persen intelektulitasnya. Namun bisa kegiatan ala manusia biasa. Mengerti ini, dan itu. Hanya agak kurang daya dong-nya. Tapi tetap ia berdoa, juga dalam kewajiban ekaristi mingguan. Bisa ngerti komuni.  Dan jika menyambutnya, selalu dengan senyum dan ekspresi riang-hati.

Iman, di situ ada kepercayaan. Di situ ada keyakinian. Di situ, ada kepasrahan. Di situ ada keceriaan. Dan di situ terjadi relasi dengan Tuhan. Komunikasi, srawung dengan Sang Khalik, Tuhan Pencipta semesta.

Nov 18

Wasalam
-=peng-oedoed ‘76=-

Minggu, Oktober 21, 2018

Bahagia Yang Sederhana

Senin, Oktober 01, 2018

Mendem Semen


Lantai keramik depan Gua Maria, ngisor Pelem,  pecah karena tarangkat akar-akar. Lalu dibenahi, keramik diganti, tanah diratakan, akar dipotong secukupnya. Di dekat situ ada kolam-air pelengkap, agar bernuanasa alami. Di kolam dilepas beberapa ikan lele. Saban hari, lele-lele itu klubak-klubuk, berlarian, ketika diberi makan.

Tiga hari lalu ikan-ikan lele itu mati kaku. Apa penyebab ?. Setelah diteliti, karena mendem semen. Tukang keramik, ketika memasang yang baru, semen perekatnya sebagian jatuh ke air kolam. Semen yang jatuh inilah yang jadi polusi untuk si ikan-ikan lele. Tak kuat mereka, lalu mati hampir bersamaan.

Sekitar tahun sembilan puluhan, juga terjadi orang mabok semen. Kondisinya bukan seperti lele, melainkan tata-niaga yang belum bagus, dan keserakahan orang. Ketika pembangunan berjalan, ada sebagian orang menimbun semen. Dengan begitu, semen di pasaran langka, dan harga melambung tinggi. Ketika harga tinggi, baru dilepaslah semen yang ditimbun delik-delikan itu. Dengan begitu didapatlah keuntungan dadakan yang cukup besar, karena selisih harga yang mecolok. Inilah yang disebut spekulan-semen.

Efek dari kelangkaan semen, pembangunan macet, tukang-tukang bangunan menganggur. Menunggu harga semen turun. Banyak pihak direpotkan oleh kelakuan para spekulan macam ini.
Untunglah tata-niaga semen masa sekarang sudah tertata lebih bagus, dengan regulasi yang kuranglebih pasti. Sehingga jarang lagi terdengar kelangkaan semen.

Bagaimanapun, mendem, atau mabok, tidaklah bagus. Bagi kesehatan raga, maupun bagi kesehatan jiwa. Jiwa jadi terkotori motif keserakahan. Serakah dapat untung banyak, dan waktu singkat. Padahal, di balik itu banyak orang direpotkan. Apakah maknanya.....

Wasalam.
Sdrj, Awal Okt. ‘18

Rabu, September 26, 2018

Sekaligus Dua Nyawa

Sebulan yang lalu Sekretaris Paroki meninggal dunia. Ketika akan berangkat ke stasi, mendoakan jenasahnya, terdengar suara orang berteriak, maling, maling, maling. Ternyata sepedamotor Pak Guru olahraga SMK Yos Sudarso digondol maling. Hari itu, Kamis pagi.

Ternyata, Rabu malamnya, tukang bangunan yang sedang renovasi gereja, juga kemalingan. Yang diembat si maling, tak hanya sepedamotor. Malah sekaligus pompa air. Karena lelah sehabis dari sawah. Motor diletakkan begitu saja. Padahal di sadelnya masih terikat muatan mesin pompa air. 

Jadi Rabu malam, dan kamis pagi, sekaligus dua nyawa. Nyawa sepedamotor yang dicuri maling. 

Maling, adalah pencuri. Pekerjaannya nyolong. Efek dari perbuatan nyolong, adalah kacau. 
Pak guru kacau mengajarnya. Tukang bangunan kacau berangkat nukangnya. Malah lagi sawah jadi tak terairi, karena mesin pompanya diembat maling. 

Dosa makin besar, ketika kekacauan makin luas sebagai efeknya.

Wasalam. Selamat malam. Rahayu.

-=Pengoedoed '76=-
__._,_._

Jumat, Oktober 12, 2012

Kitab Suci, atau Kitab keramat ?


Alkitab:  Tulisan-Keramat, atau Buku-suci.

1.    Di sebuah rumah warga, di atas pintu depan bagian dalam, tergantung sebuah kantong kecil warna putih. Dalam gantungan yang sama tergantung pula selembar kertas bertuliskan deretan huruf-huruf.

Sesudah mencari tahu, terketahuilah bahwa kantong warna putih, isinya sebuah benda kecil yang katanya ‘bertuah’. Lembaran Kertas kecil yang menyertainya, bertuliskan ayat-ayat-kursi. Pemasangan kedua benda itu, tentulah ada maksudnya. Maksudnya, agar rumah itu terhindar dari malapetaka. Dan juga lancar rejekinya. Jika begini, pertanyaan refleksinya,  praktek pemasangan kedua benda di atas pintu itu,  musirik atau bukan ?. Juga karena memasang ayat sebuah kitab-suci, bukankah lalu menjadikan-nya sebagai mantra, atau rapalan.

Itulah Kitab-Suci, bisa dikutip tulisan-tulisannya. Dipasang, diperlakukan tulisan itu oleh sebagian orang, sebagai yang punya daya, dan lalu menjadi mantra. Tulisan ayat tertentu diyakini punya daya tolak, menjadi disebut aji-aji. Jadilah aji-aji ‘tolak-bala’.

2.    Kitab Suci.
Kitab, adalah buku. Buku itu ditulisi. Tulisannya, diyakini sebagai sabda Tuhan Allah.  Karena berkaitan dengan ‘Tuhan’, maka, tulisan itu lalu  diperlakukan sebagai barang suci. Jadilah sebutannya, ‘Kitab Suci’. Itu alasan pertama. Alasan kedua, jika tulisan itu diamalkan dalam kehidupan, akan menghasilkan orang-orang yang saleh. Orang saleh ini, disebut orang-suci. Karena sifatnya, yang membuahkan kesucian itulah, maka lalu disebut kitab itu sebagai kitab-suci. Bisa juga didefinisikan, sebuah kitab, disebut kitab suci, karena sifatnya menyangkut pilihan, menjadi baik, atau menjadi buruk. Jadi kitab-suci, adalah semacam kitab pedoman-moral. Orang yang mengamalkan nasehat kitab-suci, akan menjadi orang-orang yang bermoral.

3.    Dalam kasanah agama katolik, Kitab Suci biasa disebut Al-kitab. Jaman kini, bentuknya bisa aneka ragam. Ada bentuk  buku, VCD, atau Soft-copy yang tersimpan dalam Hard-disc. Maka apakah relevan untuk disebut dengan kata ‘kitab’.
Mau disimpan dalam bentuk apa, yang jelas Al-kitab adalah kumpulan tulisan. Yang ditulis adalah kisah kehadiran Tuhan ke dunia ini. Kehadiran Tuhan ke atas dunia,  terjadi lewat, dan di dalam diri Yesus Kristus. Maka isi kitab-suci katolik pusatnya ada dalam peristiwa Yesus Kristus itu. Perjanjian lama, menubuatkan. Perjanjian baru, mengisahkan pemenuhan nubuat itu.

Kisah Yesus Kristus mencakup ajaran, dan karyanya. Yesus dulu mengajar para muridnya. Dan juga berkarya. Ajaran dan Karya Yesus itu membebaskan manusia dari belenggu kuasa kegelapan,  kuasa jahat, kuasa setan. Yesus membebaskan manusia dari belenggu dosa. Pembebasan itulah yang menggembirakan manusia. Maka kehadiran Yesus disebut warta gembira. Sebutan Injil yang biasa terdengar, artinya warta-gembira.

4.    Penulisan Injil.
Yang menulis manusia. Bukan didekte, seperti anak-anak SD menulis apa yang dikatakan oleh gurunya. Injil ditulis berdasarkan inpirasi, tuntunan Roh Kudus.  Proses penulisannya panjang. Perjanjian Lama, sampai ribuan tahun. Perjanjian Baru, tak hanya sehari, atau setahun.  Kitab Suci Katolik, disebut Deuterokanonika. Artinya melalui proses panjang kanonisasi Kitab Suci.

Tulisan dalam Alkitab Katolik, bukanlah tulisan keramat. Bukan pula mantra. Tulisan itu dipandang sebagai karya Allah yang memperkenalkan diriNya lewat hidup Yesus. Perkenalan dari pihak Allah inilah, yang disebut perwahyuan. Pengalaman manusia akan Allah-nya,  yang mewahyukan diri lewat Yesus ini, ditulis. Pengalaman manusia akan Allah itu disebut iman. Maka Kitab Suci, juga disebut tulisan pengalaman iman umat akan Allahnya. Karena itu Alkitab juga disebut buku iman. Iman siapa ? Iman  Abraham, Ishak, Yakob, Bangsa Israel. Merekalah leluhur iman. Perjanjian Baru, adalah tulisan Iman. Iman siapa. Iman Gereja Perdana. Iman para rasul. Iman itu yang kini diteriman oleh Gereja jaman sekarang. Maka iman gereja, sumber dan asalnya adalah Alkitab.

Selamat ber-iman.

Kitab Suci, atau Kitab keramat ?


Alkitab:  Tulisan-Keramat, atau Buku-suci.

1.    Di sebuah rumah warga, di atas pintu depan bagian dalam, tergantung sebuah kantong kecil warna putih. Dalam gantungan yang sama tergantung pula selembar kertas bertuliskan deretan huruf-huruf.

Sesudah mencari tahu, terketahuilah bahwa kantong warna putih, isinya sebuah benda kecil yang katanya ‘bertuah’. Lembaran Kertas kecil yang menyertainya, bertuliskan ayat-ayat-kursi. Pemasangan kedua benda itu, tentulah ada maksudnya. Maksudnya, agar rumah itu terhindar dari malapetaka. Dan juga lancar rejekinya. Jika begini, pertanyaan refleksinya,  praktek pemasangan kedua benda di atas pintu itu,  musirik atau bukan ?. Juga karena memasang ayat sebuah kitab-suci, bukankah lalu menjadikan-nya sebagai mantra, atau rapalan.

Itulah Kitab-Suci, bisa dikutip tulisan-tulisannya. Dipasang, diperlakukan tulisan itu oleh sebagian orang, sebagai yang punya daya, dan lalu menjadi mantra. Tulisan ayat tertentu diyakini punya daya tolak, menjadi disebut aji-aji. Jadilah aji-aji ‘tolak-bala’.

2.    Kitab Suci.
Kitab, adalah buku. Buku itu ditulisi. Tulisannya, diyakini sebagai sabda Tuhan Allah.  Karena berkaitan dengan ‘Tuhan’, maka, tulisan itu lalu  diperlakukan sebagai barang suci. Jadilah sebutannya, ‘Kitab Suci’. Itu alasan pertama. Alasan kedua, jika tulisan itu diamalkan dalam kehidupan, akan menghasilkan orang-orang yang saleh. Orang saleh ini, disebut orang-suci. Karena sifatnya, yang membuahkan kesucian itulah, maka lalu disebut kitab itu sebagai kitab-suci. Bisa juga didefinisikan, sebuah kitab, disebut kitab suci, karena sifatnya menyangkut pilihan, menjadi baik, atau menjadi buruk. Jadi kitab-suci, adalah semacam kitab pedoman-moral. Orang yang mengamalkan nasehat kitab-suci, akan menjadi orang-orang yang bermoral.

3.    Dalam kasanah agama katolik, Kitab Suci biasa disebut Al-kitab. Jaman kini, bentuknya bisa aneka ragam. Ada bentuk  buku, VCD, atau Soft-copy yang tersimpan dalam Hard-disc. Maka apakah relevan untuk disebut dengan kata ‘kitab’.
Mau disimpan dalam bentuk apa, yang jelas Al-kitab adalah kumpulan tulisan. Yang ditulis adalah kisah kehadiran Tuhan ke dunia ini. Kehadiran Tuhan ke atas dunia,  terjadi lewat, dan di dalam diri Yesus Kristus. Maka isi kitab-suci katolik pusatnya ada dalam peristiwa Yesus Kristus itu. Perjanjian lama, menubuatkan. Perjanjian baru, mengisahkan pemenuhan nubuat itu.

Kisah Yesus Kristus mencakup ajaran, dan karyanya. Yesus dulu mengajar para muridnya. Dan juga berkarya. Ajaran dan Karya Yesus itu membebaskan manusia dari belenggu kuasa kegelapan,  kuasa jahat, kuasa setan. Yesus membebaskan manusia dari belenggu dosa. Pembebasan itulah yang menggembirakan manusia. Maka kehadiran Yesus disebut warta gembira. Sebutan Injil yang biasa terdengar, artinya warta-gembira.

4.    Penulisan Injil.
Yang menulis manusia. Bukan didekte, seperti anak-anak SD menulis apa yang dikatakan oleh gurunya. Injil ditulis berdasarkan inpirasi, tuntunan Roh Kudus.  Proses penulisannya panjang. Perjanjian Lama, sampai ribuan tahun. Perjanjian Baru, tak hanya sehari, atau setahun.  Kitab Suci Katolik, disebut Deuterokanonika. Artinya melalui proses panjang kanonisasi Kitab Suci.

Tulisan dalam Alkitab Katolik, bukanlah tulisan keramat. Bukan pula mantra. Tulisan itu dipandang sebagai karya Allah yang memperkenalkan diriNya lewat hidup Yesus. Perkenalan dari pihak Allah inilah, yang disebut perwahyuan. Pengalaman manusia akan Allah-nya,  yang mewahyukan diri lewat Yesus ini, ditulis. Pengalaman manusia akan Allah itu disebut iman. Maka Kitab Suci, juga disebut tulisan pengalaman iman umat akan Allahnya. Karena itu Alkitab juga disebut buku iman. Iman siapa ? Iman  Abraham, Ishak, Yakob, Bangsa Israel. Merekalah leluhur iman. Perjanjian Baru, adalah tulisan Iman. Iman siapa. Iman Gereja Perdana. Iman para rasul. Iman itu yang kini diteriman oleh Gereja jaman sekarang. Maka iman gereja, sumber dan asalnya adalah Alkitab.

Selamat ber-iman.

Kitab Suci, atau Kitab keramat ?


Alkitab:  Tulisan-Keramat, atau Buku-suci.

1.    Di sebuah rumah warga, di atas pintu depan bagian dalam, tergantung sebuah kantong kecil warna putih. Dalam gantungan yang sama tergantung pula selembar kertas bertuliskan deretan huruf-huruf.

Sesudah mencari tahu, terketahuilah bahwa kantong warna putih, isinya sebuah benda kecil yang katanya ‘bertuah’. Lembaran Kertas kecil yang menyertainya, bertuliskan ayat-ayat-kursi. Pemasangan kedua benda itu, tentulah ada maksudnya. Maksudnya, agar rumah itu terhindar dari malapetaka. Dan juga lancar rejekinya. Jika begini, pertanyaan refleksinya,  praktek pemasangan kedua benda di atas pintu itu,  musirik atau bukan ?. Juga karena memasang ayat sebuah kitab-suci, bukankah lalu menjadikan-nya sebagai mantra, atau rapalan.

Itulah Kitab-Suci, bisa dikutip tulisan-tulisannya. Dipasang, diperlakukan tulisan itu oleh sebagian orang, sebagai yang punya daya, dan lalu menjadi mantra. Tulisan ayat tertentu diyakini punya daya tolak, menjadi disebut aji-aji. Jadilah aji-aji ‘tolak-bala’.

2.    Kitab Suci.
Kitab, adalah buku. Buku itu ditulisi. Tulisannya, diyakini sebagai sabda Tuhan Allah.  Karena berkaitan dengan ‘Tuhan’, maka, tulisan itu lalu  diperlakukan sebagai barang suci. Jadilah sebutannya, ‘Kitab Suci’. Itu alasan pertama. Alasan kedua, jika tulisan itu diamalkan dalam kehidupan, akan menghasilkan orang-orang yang saleh. Orang saleh ini, disebut orang-suci. Karena sifatnya, yang membuahkan kesucian itulah, maka lalu disebut kitab itu sebagai kitab-suci. Bisa juga didefinisikan, sebuah kitab, disebut kitab suci, karena sifatnya menyangkut pilihan, menjadi baik, atau menjadi buruk. Jadi kitab-suci, adalah semacam kitab pedoman-moral. Orang yang mengamalkan nasehat kitab-suci, akan menjadi orang-orang yang bermoral.

3.    Dalam kasanah agama katolik, Kitab Suci biasa disebut Al-kitab. Jaman kini, bentuknya bisa aneka ragam. Ada bentuk  buku, VCD, atau Soft-copy yang tersimpan dalam Hard-disc. Maka apakah relevan untuk disebut dengan kata ‘kitab’.
Mau disimpan dalam bentuk apa, yang jelas Al-kitab adalah kumpulan tulisan. Yang ditulis adalah kisah kehadiran Tuhan ke dunia ini. Kehadiran Tuhan ke atas dunia,  terjadi lewat, dan di dalam diri Yesus Kristus. Maka isi kitab-suci katolik pusatnya ada dalam peristiwa Yesus Kristus itu. Perjanjian lama, menubuatkan. Perjanjian baru, mengisahkan pemenuhan nubuat itu.

Kisah Yesus Kristus mencakup ajaran, dan karyanya. Yesus dulu mengajar para muridnya. Dan juga berkarya. Ajaran dan Karya Yesus itu membebaskan manusia dari belenggu kuasa kegelapan,  kuasa jahat, kuasa setan. Yesus membebaskan manusia dari belenggu dosa. Pembebasan itulah yang menggembirakan manusia. Maka kehadiran Yesus disebut warta gembira. Sebutan Injil yang biasa terdengar, artinya warta-gembira.

4.    Penulisan Injil.
Yang menulis manusia. Bukan didekte, seperti anak-anak SD menulis apa yang dikatakan oleh gurunya. Injil ditulis berdasarkan inpirasi, tuntunan Roh Kudus.  Proses penulisannya panjang. Perjanjian Lama, sampai ribuan tahun. Perjanjian Baru, tak hanya sehari, atau setahun.  Kitab Suci Katolik, disebut Deuterokanonika. Artinya melalui proses panjang kanonisasi Kitab Suci.

Tulisan dalam Alkitab Katolik, bukanlah tulisan keramat. Bukan pula mantra. Tulisan itu dipandang sebagai karya Allah yang memperkenalkan diriNya lewat hidup Yesus. Perkenalan dari pihak Allah inilah, yang disebut perwahyuan. Pengalaman manusia akan Allah-nya,  yang mewahyukan diri lewat Yesus ini, ditulis. Pengalaman manusia akan Allah itu disebut iman. Maka Kitab Suci, juga disebut tulisan pengalaman iman umat akan Allahnya. Karena itu Alkitab juga disebut buku iman. Iman siapa ? Iman  Abraham, Ishak, Yakob, Bangsa Israel. Merekalah leluhur iman. Perjanjian Baru, adalah tulisan Iman. Iman siapa. Iman Gereja Perdana. Iman para rasul. Iman itu yang kini diteriman oleh Gereja jaman sekarang. Maka iman gereja, sumber dan asalnya adalah Alkitab.

Selamat ber-iman.

Minggu, September 23, 2012

Yesus & Kristus

Yesus Kristus, adalah Nabi Isa, menurut sudut pandang sebuah agama. Dia yang akan menjadi hakim bagi semua manusia, jika kiamat tiba.

Yesus, adalah nama ketika sosok manusia ini hadir, hidup di dunia. Kristus, adalah nama untuk menyebutnya sesudah bangkit dari antara orang mati. Sebutan Tuhan Yesus Kristus, adalah lengkapnya. Ditambahi sebutan Tuhan, karena Dia adalah Tuhan Allah sendiri yang menjelma menjadi manusia. Maka ketika mati, Dia bangkit lagi. Kematian, maut, kubur, kegelapan sudah dikalahkan..  Peristiwa ini disebut penebusan.

Manusia yang percaya padanya, adalah yang sudah dibebaskan dari kegelapan, dan ditebus.

Sabtu, September 15, 2012

Gambar Tuhan

Seorang gadis kecil, menggambar Tuhan Yesus. Dilukisnya wajah yang berjenggot, dan tertawa. Sosok Tuhan Yesus kelihatan khas, unik. Namun kelihatan akrab dengan anak-anak.

Mengapa Tuhan Yesus boleh dan bisa digambar. Karena Dia sebagai Allah, telah mengosongkan martabat ke-Allah-anNya, turun menjadi manusia. Agar bisa komunikasi dengan manusia. Allah yang turun menjadi manusia itulah disebut peristiwa inkarnasi. Firman, Sabda, telah menjadi daging.

Inilah iman anak-anak Tuhan,

Minggu, Juli 15, 2012

Haji

Haji, berasal dari bahasa arab, hadj atau hajj. Artinya, berjiarah. Tujuan jiarah, tentunya ke tempat-tempat suci. Kaaba, dalam bhs arab artinya batu hitam. Dalam bahasa lokal Indonesia, terucapkan menjadi kakbah. Jika ada orang pergi ke 'tanah suci' orang-orang desa  bilang' Ziarah ke kakbah' . Kegiatan ziarah rohani itu, lalu biasa disebut naik haji. Orang yang sudah pernah pergi ke sana, biasa dipanggil 'Kaji'-ne. Juga kerap terdengar orang memanggil 'Pak Haji', Bu Haji.

Melihat arti kata nya, maka orang yang pernah pergi berziarah ke tempat suci mana saja, bisa disebut naik-haji. Juga orang-orang beragama non-muslim, bisa juga dikatakan 'naik-haji', jika pernah berziarah ke tempat suci tertentu. Tempat suci, masing-masing agama, berbeda-beda. Bagi orang katolik, tempat suci itu, --terutama-- adalah situs-situs peninggalan Yesus Kristus. Perbedaannya, bagi orang kristen, terutama katolik, tak ada gelar bagi mereka, sesudah berkunjung ke tempat suci. Dan hukumnya, juga tidak wajib. Yang ingin, punya waktu, dan tentu saja ada dana, bisa pergi ke tempat suci. Diharap, ada makna rohani yang bisa ditimba dari sana. Diharap pula kemudian, iman tumbuh kian dewasa.

Selamat berziarah. 

Minggu, Juni 10, 2012

Tangisan Pro-Diakon

Seorang Pro-diakon paroki menangis !? Tentulah menimbulkan tandatanya, mengapa dan kenapa. Apakah merasa pelayanannya pada umat tak diterima. Apakah diprotes, gara-gara kalimatnya menyinggung umat yang lain, ketika memimpin pendalaman iman ?

Seorang prodiakon stasi, bagian dari Paroki Batang, rajin dalam menjalankan tugas: membantu imam membagi komuni, mengirim orang sakit, mengajar agama, mimpin pendalaman iman. Juga jika kunjungan romo, dia selalu ikut serta. Dalam kesehariannya, salah satu kegiatan menopang penghasilan adalah bertani. Suatu hari juga dikembangkannya dengan beternak. Selama beberapa hari dibuatnya kandang. Deperuntukkan kandang itu memelihara wedus. Sebuah investasi orang-orang desa, sebagai celengan.

Suatu hari dibelinya dua ekor wedus. Tentu saja sesudah kandang itu siap dihuni. Tak kurang seekor harganya, tujuhratus ribu rupiah. Pagi hari didapatkannya dua wedus. Diantarkannya oleh si penjual. Besar harapan Bapak Prodiakon itu dapat untung. Jika gemuk, nanti harganya tinggi. Dan jika beranak, berarti tabungannya tambah.

Tapi, itulah harapan. Kenyataan, di luar dugaan. Sore hari sesudah mencari rumput, didapatinya wedus yang seekor mati. Padahal baru paginya datang. Kagetlah ia. Tak hanya itu, menjadi delog-delog. Tak bisa banyak omong, mulutnya. Batinnya jadi tertekan. Tak hanya satu, atau dua jam, melainkan dua hari. Malah sempat meneteskan air mata, alias menangis. Menangis, karena wedusnya yang baru datang, mati tiba-tiba.

Tetangga, dan umat selingkungan, sebagian datang, bertanya dan menghibur, serta membantu mencari tahu, apa penyebab wedus itu mati. Seorang warga lingkungan, berpengalaman dalam hal beternak. Dia melihat gejala, dan tanda-tanda pada wedus yang mati itu. Si tetangga memberi kesimpulan sebagai temuan, wedus itu mati karena dientup model. Jadi kena racun hewan yang mirip laba-laba.

Di balik kesedihan Pak Prodiakon, ada keriangan di anak-anak muda. Wedus yang mati itu harus segera ditangani. Karena racunnya tidak mematikan manusia, maka disembelihlah wedus itu untuk dimasak, menjadi gulai kambing. Jadilah malam itu pesta dadakan bagi umat selingkungan.

Imam, diakon, pro-diakon adalah pelayan Sabda Tuhan, dan pelayan sakramen. Bagaimanapun masih manusia, punya hati, punya rasa. Maka wajar jika bisa terharu, bisa meneteskan air-mata. Itulah bagian-bagian hidup. Yang musti dijalani. Selamat menjadi pro-diakon.

Wasalam. Wilujeng. Rahayu.
-agung ypm-
dari pantura

NB: Model = Hewan melata, disebut juga Kala-Jengking. Jika ngentop dengan njengking.
                                          disebut juga Kala-Mentel. Karena kalau jalan menthel-menthel.

Jumat, Juni 08, 2012

Ganjel

Ganjel, adalah balok kayu kecil. Biasa dipakai untuk mengganjal kendaraan, agar tak berjalan sendiri ketika diparkir. Truk & bus, mutlak perlu bawa ganjal, apalagi yang usia tua. Pentingnya benda kecil ini, adalah ketika mogok di jalan yang menanjak. Apalagi, jika hand-remnya tak mempan lagi.

Kadang-kadang ditemukan ganjel tercecer di jalan. Ada yang di tepi, ada pula yang di tengah. Membahayakan sekali jika terjatuh dan tergeletak di tengah jalan. Kendaraan yang melindas bisa celaka. Dan pengendaranya, malah bisa tewas seketika. Seorang ibu guru pernah jatuh dari sepedamotor, gara-gara ganjel yang tergeletak di tengah jalan. Tak bisa menghindar, dia menabraknya, dan lalu meninggal dunia. Tewas ketika dalam perjalanan ke rumahsakit. Maka hati-hati dengan benda yang disebut ganjel.

Di sekitar Alasroban, ganjel banyak dijual di tepi-tepi jalan Dulu harganya 10.000,-. Sekarang ada yang 15.000, ada pula yang 20.0000. Tergantung ukurannya. Di halaman pastoran Subah, ada sekitar 15 ganjel, berbagai bentuk dan ukuran. Barang itu diambili oleh pengudud '76 di jalan. Ada yang di tepi jalan. Ada pula yang diambil dari tengah jalan. Bisa jadi barang itu jatuh dari tempatnya, di kendaraan. Sungguh membahayakan bagi pelalu-lintas lainnya.

Rasanya mengambili ganjel-ganjel, seperti orang kurang gawean. Namun ternyata banyak manfaatnya. Anak-anak jika main bal-balan, kerap pinjam ganjel itu, untuk gawangnya. Anak koster, kerap ambil barang itu, untuk mengganjal motornya.

Suatu malam, sekitar jam setengah duabelas malam, ada suara berteriak-teriak, "Tolong, tolong....! Tolong..., tolong.....!". Cukup lama suara itu terdengar. Muncul di pikiran ada kejadian apa. Terbangun dari tempat tidur, pengudud '76 keluar dari pastoran, menuju tepi jalan pantura. Ternyata ada dua truk besar. Truk yang satu menarik yang lain, karena mogok. Dan ketika mereka tarik-tarikan, yang menarik juga mogok di jalan tanjakkan sebelah pastoran subah. Dua-nya mogok meger-meger. Yang teriak-teriak ternyata, sang sopir. Kedua sopir itu tanpa kernet. Maka ketika mogok bingung semuanya. Jika rem dilepas, akan nylonong mundur semuanya. Maklum tak ada hand-remnya, karena truk yang sudah tua umurnya.

Tetangga sebelah belum tidur, masih lek-lekan di kedai pinggir jalan. Dia lalu lari ambil ganjel-ganjel di halaman pastoran. Dengan itu selamatlah kedua truk yang mogok itu, dari nylonong mundur. Dus ganjel yang 'iseng' diambili pengudud '76 di jalan-jalan, menjadi sarana keselamatan.

Selamat iseng, meng-ambil-i ganjel-ganjel. Di jalanan.

Wasalam. Wilujeng. Rahayu.
-agung ypm-
dari pantura.



Kamis, Juni 07, 2012

Hari ini, harinya siapa ?

Ada sebuah lagu rohani, refrennya begini: "Hari ini, hari ini, harinya Tuhan. Harinya Tuhan. Mari kita .... Dst-dst." Hari ini di Subah--tak tahu-- harinya siapa, karena 5 menit sebelum misa harian dimulai, datang dua orang pria. Keduanya berpakaian necis, mengenakan topi agama. Sebuah topi tanpa kanopi, atau penahan sinar, biasa dipakai oleh orang muslim berdoa, atau kondangan. Mereka agak memaksa bertemu pastor stasi Subah. Ketika ditemui di sakristi, mengajak ke ruang tamu. Ruang tamu tak punya, lalu di garasi. Dengan nada yang tak nyaman, mereka meminta bantuan. Disodorkan sebuah proposal pembangunan mushola RT 2, katanya. Karena jam mulai misa sudah tiba, proposal mau dipel'ajari dulu oleh pastor stasi, untuk kemudian disampaikan pada bendahara. Namun salah satu meminta bernada mendesak, proposal tak usah diberikan bendahara. Untuk pemberian bantuan cukup dari romo saja katanya. Aneh bin ajaib, salah satu bilang, 'Cukup, dari uang saku romo saja..". Spontan, keanehan muncul, darimana orang tak katolik ini, tahu soal uang saku romo, dan ngarani lagi. 


Mereka terus mencoba mendesak dibantu, dan harus sore itu juga. Alasannya, nanti malam akan ada rapat laporan penggalangan dana, katanya. Pengudud '76, merasa tak nyaman dengan perilaku kedua orang tersebut. Lalu dengan tegas, mengatakan bahwa proposal akan saya bawa dalam doa di Misa. Mohon petunjuk Tuhan, untuk mengambil keputusan. Atas tanggapan seperti itu, mereka mendesak untuk meminta proposal itu kembali. Terjadilah tarik-ulur. Proposal tetap di tangan pengudud '76, dan diselipkan di Injil. Lalu akan pimpin ekaristi, dan mempersilahkan kedua orang itu ikut misa, jika bersedia. 


Mereka tak mau, lalu katanya akan datang kembali sesudah misa. Pengudud '76 mempersilahkan mereka tak usah datang lagi. Bantuan akan dikirim sendiri oleh romo stasi, dengan koster ke panitia pembangunan mushola. Atas sikap terakhir ini, mereka kelihatan resah dan ketakutan. Apa mau di kata, misa harus mulai. Dan mereka pergi. Pikiran pengudud '76, mereka tak akan kembali lagi. 


Ternyata, sehabis misa, mereka nongol lagi. Lalu ditemuilah mereka oleh pastor stasi, dengan Ibu guru aktivis, dan koster. Intinya, mereka mohon bantuan. Karena dijawab, akan dipelajari dulu, dan bantuan akan diserahkan langsung ke panitia, mereka mendesak untuk minta lagi proposal, dan tak apa jika memang tak akan bantu. Tapi sudah kojor. Proposal ada di pastor stasi, tak diserahkan pada mereka lagi. Dengan tegas, bantuan akan diserahkan besok pagi pada panitia pembangunan mushola. Pastor stasi & koster akan mencari alamat panitia sampai ketemu. Reaksi mereka nampak makin resah, dan takut. Hari mulai gelap, suara adzan maghrib mulai terdengar dengan kerasnya. Agar acara tarik ulur segera selesai, pengudud '76 mempersilahkan mereka untuk pulang. Dan menyuruh untuk doa maghrib. Jika tidak, akan dipanggilkan polisi tetangga. Mereka lalu masih mau menarik lagi proposal itu lagi. Kali ini, dengan tegas pengudud '76 menyatakan, 'Tak usah takut dengan proposal, saya besok akan mengurusnya. Akan saya sampaikan bantuan langsung pada panitia pembangunan mushola. Tak cari dengan koster, sampai ketemu." Kelihatan mereka makin resah. Tapi karena ada ketegasan tuan rumah mereka terpaksa pergi. '


Tak lama kemudian, katekis mampir ke pastoran. Cerita, dua hari lalu kedua orang itu sudah datang ke gereja. Hendak menemui romonya. Ketika dimintai nama, alamat, mereka tak mau memberikannya. Koster juga menambahi keterangan, dua orang itu bukan warga  RT 2. Kami tak kenal. 


Ada keanehan dalam dua orang tersebut. Minta bantuan, seperti nodong. Bukan katolik, tapi fasih sebut istilah koster. Tahu pula 'uang saku romo'. Dan kata orang dekat gereja, RT 2 tak sedang bangun mushola.


Itulah kejadian hari ini. Orang jawa bilang "Uwong golek-golek...!". Lalu hari ini, harinya siapa ? Harinya, 'Wong golek-golek....!'.


Wasalam. Wilujeng. Rahayu.
-pengudud '76-

Rabu, Juni 06, 2012

Kenal Tuhan & Punya pengalaman denganNya( Bag II )

Umat Katolik, adalah orang yang sudah kenal sama Tuhan. Lewat tokoh Yesus Kristus tentu saja. Tetapi, bagaimana Dia kok disebut Allah Putra. Larah-larahe kepriwe ! Angger manut basa banyumasan. 

Ada sebutan Allah Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Itu disebut Allah Tri Tunggal. Gereja katolik merayakannya di hari Minggu ini. Allah Tri Tunggal, adalah Allah yang dialami oleh manusia. Allah tetap satu, tetapi dialami oleh manusia sebagai tiga pengalaman.
Pengalaman pertama, Allah yang mencipta manusia, ada di sorga sana. Orang menyebut dan mengalaminya sebagai Bapa. 
Pengalaman kedua, Allah yang menebus manusia dari kuasa dosa, dengan menjelma menjadi manusia. Orang menyebut dan mengalaminya sebagai Putra. 
Pengalaman ketiga, Allah yang mendampingi manusia juga sekarang ini, secara tak kelihatan. Orang menyebut dan mengalaminya sebagai Roh Kudus. 

Itulah pengalaman manusia tentang Allah. Sebutan Allah Tri-tunggal, mengungkapkan Gusti Allah sing dialami oleh manusia. Setiap saat, setiap waktu, setiap tempat. Orang katolik mengungkapkan pengalamannya itu, dengan setiap kali buat tanda salib: Demi Nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus, amin. Sehari bisa sepuluh kali, malah lebih: bangun tidur, mau makan, habis makan. Makannya, sehari tiga kali. Berarti sudah 7 kali. Mau tidur, juga bikin tanda salib. Dus banyak-banyak kali orang katolik mengungkapkan pengalaman akan Allah Tritunggal, dengan bikin tanda salib. Dan itu tak apa, malah bagus.


Istilah Tri-tunggal, adalah ajaran Gereja. Di Kitab Suci tak terdapat istilah itu. Yang ada di dalam Kitab-suci adalah dasar-dasar faham Tri-tunggal. Dari kisah dan Sabda Yesus, nampaklah ke-Tri-tunggal-an Allah itu. Maka bacaan hari Minggu, Perayaan Allah Tri-tunggal ini, menampilkan teks-teks:
Bacaan pertama, dari bab Ulangan, bab 4, tentang Allah yang esa, dan kuasa.
Bacaan kedua, dari Surat St. Paulus kepada jemaat di Roma, tentang Roh Kudus, yang berkarya sehingga orang bisa menyebut 'Bapa' untuk Allah di sorga.
Dan Injil, dari Matius bab 28, mengenai Yesus yang telah diberi  kuasa atas sorga dan bumi, sehingga punya otoritas mengutus para murid, untuk membabtis, "...dalam nama Bapa, dan Putera, dan Roh Kudus...!"


Seorang umat meyakini, dengan doa, tanda salib, yang sungguh-sungguh, orang tak akan kesurupan. Atau kena santet.
Seorang pemain bal-balan dari Inggris, menang piala Champion, sesudah menendang gol penentu kemenangan teamnya, lalu bersyukur pada Tuhan Allah dengan bikin tanda salib.


Selamat mengalami Allah: Dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus.


Wasalam, wilujeng, rahayu.
-agung ypm-





Minggu, Juni 03, 2012

Gimana caranya kenal sama Tuhan ? ( Bag I )

Apakah para misdinar ini kenal akan Tuhan Allah..? Apakah umat katolik yang ikut misa ini kenal sama Tuhan Allah. Bagaimana jawabnya ?. Kenal !. Malah kenal banget. Lewat siapa anda kenal Tuhan. Lewat seorang tokoh yaitu Yesus Kristus.

Orang Katolik mengenal Tuhan, sehingga mengerti seperti apa Tuhan itu, berkat Yesus Kristus. Ini bisa terjadi, Karena Yesus Kristus adalah manusia jelmaan Tuhan Allah sendiri. Yesus adalah Allah yang turun ke dunia, menjadi manusia, seperti kita. Karena kesamaan level, sama manusianya lalu bisa saling kenal, komunikasi.

Yesus memang sudah tak ada di bumi ini, secara fisik. Namun kisah hidupnya, sabda-sabdanya, ajaranNya ditulis. Dan tulisan itu bisa kita nikmati sekarang ini. Tulisan itu berbentuk sebuah kitab, yakni Kitab Suci. Di sana, ada Perjanjian Lama, dan Perjanjian Baru. Alkitab Perjanjian baru berupa Injil. Injil adalah tulisan tentang peristiwa Yesus. Yang menulis Lukas, Mateus, Markus, Yohanes. Dari tulisan itulah orang tahu, lalu percaya, dan mengenali tokoh yang bernama Yesus Kristus.

Mau kenal Yesus Kristus...? Bacalah Kitab Suci, terutama bagian Injil.

Selamat berkenalan. Dan salam kenal.

Wasalam, wilujeng, rahayu.
-agung ypm-

Lulusan Sekolah & Sesama

Anak-anak SMP & SMU baru saja mendapat pengumuman ujian Nasional. Mereka yang lulus pada merayakannya. Ada corat-coret pakaiannya dengan cat piloks. Ada yang konvoy keliling desa-desa. Ada pula yang pacaran di pantai, malah berbuat mesum, dan lalu ketangkep satpol. Sayang kegiatan itu malah bikin hati miris, ngelus dada. Pakaian, sarana untuk pendidikan, masa depan dipertaruhkan buat mainan. Kasihan betul orang tua.

Bagaimana tidak miris, ngelus dada, pakaian seragam malah diorek-orek. Motor dibelikan dengan susah payah, malah diprotoli, digunakan tanpa rasa penghargaan. Masa depan, malah disia-siakan.

Sebuah sekolah kristiani di tanah Andalas, ketika lulusan, para siswa diminta menyumbangkan pakaian seragamnya, untuk diperbantukan ke anak-anak transmigran. Jadilah bermanfaat bagi sesama.

Anak budiman, adalah anak yang bisa menghargai jerih payah orang tuanya. Remaja budiman, adalah orang muda yang bisa berpikir menyiapkan masa depannya.

Mari menjadi mahkluk ciptaan Tuhan yang budiman.

Wasalam, wilujeng, rahayu:
-pengudud '76-

Rabu, Oktober 05, 2011

Hujan Buatan (yang) Haram

Orang memasuki usia tua, bisa memunculkan efek yang beraneka warna. Bisa positif, bisa negatif. Sudah banyak terjadi penurunan daya. Termasuk di antaranya daya pendengaran.

Dalam sebuah makan bersama, di acara silaturahmi dengan umat-umat, diangkat tema-tema kehidupan, dari soal wedus, tanaman padi, dan hujan yang tidak segera turun. Alias musim kering yang  berkepanjangan. Memang tiga hari sebelumnya, sempat hujan deras. Namun habis itu, tak ada hujan lagi.

Berkaitan dengan hal hujan, seorang umat, usia delapan puluhantahun, bercerita, dengan nada konfirmasi. Dia mengkonfirmasikan, bahwa 'hujan buatan itu haram.....?!' Peng-oedoed '76 jadi tertawa terbahak-bahak. Ketika ditanyai, sumber keterangan bahwa hujan buatan itu haram, dari mana, dia mengatakan melihat di Televisi.

'O, o, o, begitu, ha, ha, ha.'  Memang, berita-berita hari-hari itu di TV mengabarkan bahwa sedang diupayakan hujan buatan di Pulau Sumatra & Kalimantan. Dan sumber berita juga mengabarkan bahwa hujan buatan itu, dibuat dengan bantuan pesawat terbang. Dari ketinggian tertentu unsur garam ditaburkan, agar terbentuklah kumpulan awan buatan. Diharap, awan itu, lalu menjadi hujan. Jadilah hujan buatan, yang diusahakan dengan taburan garam. Namun, bagi seorang berusia delapanpuluhan, telinganya mendengar dan lalu menangkap dalam pikirannya, bahwa 'Hujan Buatan itu  haram !!!??'.

Jika pengertian Bapak Tua, itu diberitahukan pada cicitnya yang masih murni, bisa jadi si cicit, akan mempercayai, bahwa 'hujan buatan itu memang haram'. Jika si cicit punya cicit lagi, dan beri pengertian padanya, Cicit generasi ketiga, juga akan memahami, bahkan meyakini bahwa 'Hujan Buatan itu haram...' Dus, jika tak hati-hati dan tak cermat, akan muncul sebuah dogma, bahwa 'Hujan buatan itu haram..' Apalagi, jika tak ada Magisterium, dan Hirarki yang memberi pencerahan.

So,  bagaimanapun sebuah dogma, baik jika memahaminya, dengan memperhatikan konteks, dan asal-usulnya. Apalagi dogma sebuah agama. Karena, jika tidak,  orang beragama bisa membabi-buta dalam berpijak pada sebuah ajaran dogma. 


Syalom. Wilujeng. Rahayu.
Wasalam:
-agt agung ypm-

Sabtu, September 10, 2011

Efek Domino

Minggu yang lalu diadakan kunjungan ke sebuah keluarga. Salah satu angggota keluarga, bertugas sebagai aparat keamanan wilayah. Di rumah itu, ada seorang wanita, seorang perempuan tua, seorang nenek. Katakan Nenek Tua. Karena, kecuali dia, masih ada lagi seorang wanita lebih muda. Ternyata, dia juga sudah menjadi nenek. Maka sebut saja sebagai Nenek Muda

Nenek tua, ketika ditanyai cucunya sudah berapa,dia jawab, 'Boten namung putu, malah buyute empun nenem..' . Nenek Muda banyak bicaranya. Dikisahkan, di sekitar hari raya lebaran, banyak tamu bertandang-bersilahturahmi ke rumahnya.  Salah satunya, sekelompok ibu-ibu. . Dalam acara anjangsana, salah seorang ibu bertanya dan mengajak untuk meninggalkan iman akan Yesus Kristus. Alasannya, dengan meninggalkan Yesus Kristus, akan banyak kawan. Nenek muda juga berkisah, mendapat semacam pencerahan keagamaan dari cucunya. Cucu perempuannya, sekolah tingkat SMP. Sekitar bulan romadlon, ikut pesantren-katolik di Kapel Subah. Ketika pulang, dia tunjukkan kertas-fotokpinan yang dia dapat dari peng-oedoed '76. Kertas itu adalah makalah bahan rekoleksi.  Inti pokok makalah adalah iman para rasul terhadap Yesus Kristus. Iman itu yang lalu jadi warisan bagi orang katolik. Terdapat juga di sana, kisah-kisah penunjang. Dua hal yang diminta oleh cucunya agar dibaca oleh Nenek muda, adalah tentang Novel The Da Vinci Code dan Uraian Siapa yang sebenarnya disalibkan pada peristiwa Yesus Kristus.

1. Novel The Da Vinci Code, menceriterakan bahwa Yesus pernah menikah dengan Maria Magdalena. Lalu tinggal di Perancis.  Malah dari pernikahannya, sampai punya keturunan.  Menurut pengarang The Da Vinci Code, Dan Brown, ketika disalib, kaki Yesus tidak dihancurkan. Sehingga hanya mati suri. Lalu bisa lari. Melarikan diri. Pengarang Novel, memang bisa bikin cerita apa saja, agar tulisannya menarik. Dan lalu banyak orang beli.

Novel The Da Vinci Code, ditulis berdasarkan tulisan apokrif. Injil yang digunakan adalah injil apokrif. Artinya, tidak diterima oleh gereja. Injil yang dijadikan sumber penulisan novel itu berasal dari masa sekitar abad II -III. Masa di mana Hirarki Gereja dan Injil  Kanonik mantap.

2. Ada tradisi yang meyakini, bahwa 'Yang disalibkan' bukanlah Nabi Isa. Bukan Yesus. Melainkan diganti oleh orang lain, yakni salah satu murid yang diserupakan seperti Yesus. Tradisi ini, adalah dongeng yang muncul sekitar abad VI. Orang katolik,  beriman berdasarkan kesaksian para rasul. Bukan berdasarkan dongeng-dongeng, yang tak jelas asal-usul dan juntrungannya.

Pada doa penutup, sesudah makan, umat pemimpin doa mengucapkan sebuah kalimat, 'Ya Bapa, semoga kegembiraan dalam perjumpaan kami, memperteguh kami dalam menjalani hidup  ini......'
Kegembiraan yang diangkat dalam doa itu, adalah kegembiraan iman. Kegembiraan yang memperteguh semangat. Semangat menjalani kehidupan.

Selamat bergembira. Juga dalam ber-iman.

Syallom. Wilujeng. Rahayu.
Wasalam:
-agt agung ypm-

Sabtu, September 03, 2011

Kegagalan (men)Cinta

Tiga hari yang lalu, dan juga hari ini, di TV Metro, ditayangkan sebuah acara, yang oleh redaksinya diberi judul Mereka yang 'dipilih'. Ditampilkan, dipertontonkan tiga orang yang menjadi mualaf. Oleh pewawancara, diberi pertanyaan-pertanyaan seputar perjalanan hidup ber-imannya. 

Dari kacamata sang konseptor acara,  judul yand ditulis, adalah  Yang 'dipilih'. Namun direfleksi dari kacamata kekristenan, mereka-mereka itu, adalah orang yang mengalami kegagalan. Kegagalan dalam mengikuti Tuhan Yesus Kristus. Salah satu yang menarik, adalah alasannya. Tidak ada alasan yang mengatakan, bahwa ajaran Yesus Kristus itu tidak bermutu, berkwaliltas rendah, menyesatkan. Tidak ada, dan tidak terdengar. 

Jika direfleksi, dianalisi, orang meninggalkan Yesus Kristus, kerap kali tidak karena soal ajaran. Melainkan soal-soal lain. Yakni soal kehidupan. Hal itu, a.l.: 
1. Jodoh yang cocok tak segera didapat.
2. Ekonomi, agar jalan lebih lancar.
3. Jabatan, agar bisa didapat, diduduki.
4. Soal keluarga yang tak harmonis. Cerai, atau ingin nikah lagi, atau selingkuh.
5. Ditambah pengetahuan yang minim tentang kekristenan-kekatolikan. 

Ada orang yang berbangga dengan hal tersebut. Namun bagi pengikut Kristus, apalagi yang katolik, hal seperti itu tidaklah mengagetkan, karena......, Karena Yesus Kristus sendiri sejak masih hidup di atas bumi ini secara fisik, sudah meng-antisipasi hal-hal tersebut. Dus tidak mengherankan dan tidak mengagetkan. Dalam Injil Yohanes( 9:25-71), sesudah Yesus mengutarakan ajaran tentang Dialah Roti Hidup, banyak muridnya yang meninggalkan Yesus. Bahkan, sempat mereka ribut dulu, bertengkar, bersungut-sungut. Mereka tak tahan, akan tegasnya ajaran Yesus. Bisa dilihat, Yoh 6:60, dikatakan: 'Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya ?'. 

Di bagian lain, dikisahkan banyak murid yang mengundurkan diri, dan tidak mengikuti Dia lagi. Dan sesudah rontognya pengikut-pengikut Yesus ini, Dia menanting keduabelas murid, dengan bertanya: 'Apakah kamu mau pergi juga ?'.

Ikut Tuhan Yesus Kristus, memang butuh daya. Daya tahan. Tahan banting. Juga ketika hidup serasa diontang-anting. 

Syalom. Wilujeng. Rahayu. 
Wasalam:
-agt agung pypm-

Jumat, Agustus 26, 2011

Komandan OMK

Pada bulan Romadon, di sekolah-sekolah negeri,diselenggarakan kegiatan Pesantren Kilat. Siswa-siswi non muslim, dalam hal kegiatan rohani, diserahkan kepada guru agama masing-masing. Untuk itulah  OMK se Paroki Batang, Rabu lalu mengadakan rekoleksi. Bertempat di kapel Subah. Peserta yang hadir 50 orang. Tema yang disodorkan oleh mereka, adalah "Hidup sebagai minoritas, di tengah-tengah mayoritas".  Diminta pastor Stasi Batang Timur untuk memberi materinya.

Pertemuan dengan orang-orang muda, kerap tidak mudah. Tidak mudahnya, a.l., karena ketika acara berlangsung, banyak yang omong sendiri, main hp-nan, SMS-an, atau tustel-tustelan. Guna meng-atasi hal-hal tersebut, maka di awal acara dibuatlah kesepakatan:
1. Semua HP, tustel harus wajib dikumpulkan pada panitia.
2. Ketika Narasumber bicara, peserta tidak diperbolehkan bicara.
3. Posisi 'Nara Sumber', sebagai pengisi materi, adalah  komandan. Punya hak menentukan, mengkomandani, agar suasana kondusif.

Di tahap awal, diinfentarisir beberapa tantangan hidup sebagai minoritas. Beberapa tantangan, a.l.: situasi dinomor-duakan, disulit-sulitkan. Ada juga yang oleh pacarnya diajak pindah agama. Demi 'cinta', katanya.  Bagaimana hal-hal demikian harus disikapi.

Rekoleksi mengajak peserta memahami inti ajaran Katolik. Tanpa pengertian dan pemahaman yang mendalam,orang mudah hanyut oleh tawaran-tawaran, rayuan kemudahan & kenikmatan.  Inti ajaran Katolik adalah, misteri peristiwa Tuhan Yesus Kristus. Disebut juga misteri iman. Isi misteri itu adalah, bahwa Tuhan Yesus sengsara, wafat disalib, dan lalu bangkit.

Orang katolik mesti mengimani misteri itu. Dari mana asal-muasal iman seperti itu. Tentu dari kesaksian para rasul. Karena itulah iman orang katolik disebut rasuli.

I. Rasul Petrus berkotbah tentang iman dan kesaksiannya: "Yesus inilah yang dibangkitkan Allah,dan tentang hal itu kami semua adalah saksi. Jadi seluruh kaum Israel harus tahu dengan pasti, bahwa Allah telah membuat Yesus, yang kaum salibakitu menjadi Tuhan dan Kristus "(Kis 2:32.36)

II. St. Paulus menegaskan dalam suratnya: "Tetapi andaikata Kristus tidak dibangkitkan, maka sia-sialah pemberitaan kami, dan sia-sialah juga kepercayaanmu"(I Kor 16:19 ).

III. Dus, iman akan sengsara, wafat dan kebangkitan Tuhan Yesus Kristus merupakan pokok pewartaan para tasul. Kepada orang yahudi dan Yunani, mereka mewartakan bahwa Yesus, Gurunya yang telah disalibkan itu telah bangkit, hidup dan sekarang duduk di sebelah kanan Allah Bapa(Mrk 16:19)

Iman para OMK, asalnya dan sumbernya, juga dari sana. Yaitu bersumberkan kesaksian para rasul. 
Ketika pulang para OMK melipat fotokopinan pemberian dari Nara Sumber. Dan memasukkannya kedalam tas, atau saku, untuk dibawa pulang. Isi dari fotokopian itu, adalah pokok iman para rasul. Yang adalah kesaksian para rasul. Yang adalah inti ajaran para rasul, bahwa Yesuslah Sang Mesias. Yang telah sengsara, wafat, dan kemudian bangkit. .

Bravo OMK...!
Syalom. Wilujeng. Rahayu.
Wasalam:
-agt agung pypm-